POTENSIOMETER DAN PHOTORESISTOR

 

POTENSIOMETER


1.1    Potensiometer

Potensiometer adalah salah satu jenis Resistor yang Nilai Resistansinya dapat diatur sesuai dengan kebutuhan Rangkaian Elektronika ataupun kebutuhan pemakainya. Potensiometer merupakan Keluarga Resistor yang tergolong dalam Kategori Variable Resistor. Secara struktur, Potensiometer terdiri dari 3 kaki Terminal dengan sebuah shaft atau tuas yang berfungsi sebagai pengaturnya. Jika hanya dua terminal yang digunakan (salah satu terminal tetap dan terminal geser), potensiometer berperan sebagai resistor variabel atau Rheostat. Potensiometer biasanya digunakan untuk mengendalikan peranti elektronik seperti pengendali suara pada penguat.

Potensiometer jarang digunakan untuk mengendalikan daya tinggi (lebih dari 1 Watt) secara langsung. Potensiometer digunakan untuk menyetel taraf isyarat analog (misalnya pengendali suara pada peranti audio), dan sebagai pengendali masukan untuk sirkuit elektronik. Sebagai contoh, sebuah peredup lampu menggunakan potensiometer untuk menendalikan pensakelaran sebuah TRIAC, jadi secara tidak langsung mengendalikan kecerahan lampu. Potensiometer yang digunakan sebagai pengendali volume kadang-kadang dilengkapi dengan sakelar yang terintegrasi, sehingga potensiometer membuka sakelar saat penyapu berada pada posisi terendah.

 

1.2  Struktur Potensiometer

Berikut struktur dari potensiometer.

1)      Elemen resistif

2)      Badan

3)      Penyapu (wiper)

4)      Sumbu

5)      Sambungan tetap pertama

6)      Sambungan penyapu

7)      Cincin

8)      Baut

9)      Sambungan tetap kedua

 

1.3  Jenis-Jenis Potentiometer

Adapun jenis-jenis potensiometer yakni sebagai berikut.

1)      Potensiometer Slider, yaitu Potensiometer yang nilai resistansinya dapat diatur dengan cara menggeserkan Wiper-nya dari kiri ke kanan atau dari bawah ke atas sesuai dengan pemasangannya. Biasanya menggunakan Ibu Jari untuk menggeser wiper-nya.

2)      Potensiometer Rotary, yaitu Potensiometer yang nilai resistansinya dapat diatur dengan cara memutarkan Wiper-nya sepanjang lintasan yang melingkar. Biasanya menggunakan Ibu Jari untuk memutar wiper tersebut. Oleh karena itu, Potensiometer Rotary sering disebut juga dengan Thumbwheel Potentiometer.

3)      Potensiometer Trimmer, yaitu Potensiometer yang bentuknya kecil dan harus menggunakan alat khusus seperti Obeng (screwdriver) untuk memutarnya. Potensiometer Trimmer ini biasanya dipasangkan di PCB dan jarang dilakukan pengaturannya.

 

1.4  Cara Kerja Potensiometer

Sebuah Potensiometer (POT) terdiri dari sebuah elemen resistif yang membentuk jalur (track) dengan terminal di kedua ujungnya. Sedangkan terminal lainnya (biasanya berada di tengah) adalah Penyapu (Wiper) yang dipergunakan untuk menentukan pergerakan pada jalur elemen resistif (Resistive). Pergerakan Penyapu (Wiper) pada Jalur Elemen Resistif inilah yang mengatur naik-turunnya Nilai Resistansi sebuah Potensiometer. Elemen Resistif pada Potensiometer umumnya terbuat dari bahan campuran Metal (logam) dan Keramik ataupun Bahan Karbon (Carbon). Berdasarkan Track (jalur) elemen resistif-nya, Potensiometer dapat digolongkan menjadi 2 jenis yaitu Potensiometer Linear (Linear Potentiometer) dan Potensiometer Logaritmik (Logarithmic Potentiometer).

 

1.5  Fungsi Potensiometer

Dengan kemampuan yang dapat mengubah resistansi atau hambatan, Potensiometer sering digunakan dalam rangkaian atau peralatan Elektronika dengan fungsi-fungsi sebagai berikut :

1)      Sebagai pengatur Volume pada berbagai peralatan Audio/Video seperti Amplifier, Tape Mobil, DVD Player.

2)      Sebagai Pengatur Tegangan pada Rangkaian Power Supply

3)      Sebagai Pembagi Tegangan

4)      Aplikasi Switch TRIAC

5)      Digunakan sebagai Joystick pada Tranduser

6)      Sebagai Pengendali Level Sinyal

 

1.6  Sketch Potensiometer

Berikut beberapa sketch potensiometer pada breadboard yang terhubung dengan arduino uno.

1.      Read value of potentiometer

Sketch berikut merupakan analog input potensiometer untuk membaca nilai.

Sketch:

Source Code:

void setup()

{

  Serial.begin(9600);

}

 

void loop()

{

  int readValue = analogRead(A0);

  Serial.println(readValue);

}

Hasil pada sketch adalah arduino berhasil membaca potensiometer dengan dibuktikan tidak terdapat error pada sketch dan program.

2.      Change the blinking speed of LED with potentiometer

Sketch berikut merupakan analog input potensiometer dengan LED dan resistor yang memiliki hambatan 220 .

Sketch:

Source Code:

void setup()

{

  pinMode(8, OUTPUT);

  Serial.begin(9600);

}

void loop()

{

  int value = analogRead(A0);

  digitalWrite(8, HIGH);

  delay(value);

  digitalWrite(8, LOW);

  delay(value);

 

  Serial.println(value);

}

Hasil pada sketch adalah, lampu LED semakin cepat berkedip jika potensiometer semakin di naikkan, dan begitu sebaliknya jika potensiometer diturunkan kedip LED akan semakin lambat.


 

2.1  Photoresistor


Resistor peka cahaya atau fotoresistor adalah komponen elektronik yang resistansinya akan menurun jika ada penambahan intensitas cahaya yang mengenainya. Fotoresistor dapat merujuk pula pada light-dependent resistor (LDR), atau fotokonduktor. Fotoresistor dibuat dari semikonduktor beresistansi tinggi yang tidak dilindungi dari cahaya. Jika cahaya yang mengenainya memiliki frekuensi yang cukup tinggi, foton yang diserap oleh semikonduktor akan menyebabkan elektron memiliki energi yang cukup untuk meloncat ke pita konduksi. Elektron bebas yang dihasilkan (dan pasangan lubangnya) akan mengalirkan listrik, sehingga menurunkan resistansinya.

 

2.2  Cara Kerja Photoresistor

Relatif mudah untuk memahami cara kerja sensor LDR tanpa menggali penjelasan yang rumit. Pertama-tama perlu dipahami bahwa arus listrik terdiri dari pergerakan elektron dalam suatu material. Konduktor yang baik memiliki sejumlah besar elektron bebas yang dapat melayang ke arah tertentu di bawah aksi perbedaan potensial. Insulator dengan resistansi tinggi memiliki sangat sedikit elektron bebas, dan karenanya sulit untuk membuatnya bergerak dan karenanya mengalir.

LDR atau photoresistor dibuat dari bahan semikonduktor dengan resistansi tinggi. Ini memiliki resistansi tinggi karena ada sangat sedikit elektron yang bebas dan mampu bergerak – sebagian besar elektron terkunci ke dalam kisi kristal dan tidak dapat bergerak. Oleh karena itu dalam keadaan ini ada resistensi LDR yang tinggi. Ketika cahaya jatuh pada semikonduktor, foton cahaya diserap oleh kisi semikonduktor dan sebagian energinya ditransfer ke elektron. Ini memberi mereka beberapa energi yang cukup untuk membebaskan diri dari kisi kristal sehingga mereka dapat menghantarkan listrik. Ini menghasilkan penurunan resistensi semikonduktor dan karenanya resistensi LDR keseluruhan. Proses ini progresif, dan karena lebih banyak cahaya bersinar pada semikonduktor LDR, maka lebih banyak elektron yang dilepaskan untuk menghantarkan listrik dan hambatan semakin jauh.

 

2.3  Fungsi Photoresistor

LDR (Light Dependent Resistor) berfungsi dan dapat ditemukan dalam berbagai aplikasi. Mereka memiliki struktur yang sangat sederhana dan merupakan perangkat berbiaya rendah dan kasar. Mereka banyak digunakan dalam berbagai item peralatan elektronik termasuk meter cahaya pada fotografi, alarm kebakaran atau asap serta alarm anti maling, dan mereka juga menemukan kegunaan sebagai kontrol pencahayaan untuk lampu jalan dan masih banyak lagi fungsi atau aplikasi Sensor LDR (Light Dependent Resistor) ini.

2.4  Sketch Photoresistor

Berikut beberapa sketch photoresistor pada breadboard yang terhubung dengan arduino uno.

1.      Read value from photoresistor

Sketch berikut menggunakan resistor dengan resistansi sebesar 10040 terhadap photoresistor.

Sketch:

Source Code:

void setup()

{

  pinMode(8, OUTPUT);

  Serial.begin(9600);

}

 

void loop()

{

  int readValue = analogRead(A0);

  Serial.println(readValue);

}

Hasil pada sketch adalah arduino berhasil membaca photoresistor dengan dibuktikan tidak terdapat error pada sketch dan program.

 

2.      LED on/off with photoresistor

Sketch berikut menggunakan resistor dengan resistansi sebesar 10040 terhadap photoresistor dan menggunakan resistor dengan resistansi sebesar 220 terhadap lampu LED.

Sketch:

Source Code:

void setup()

{

  pinMode(8, OUTPUT);

  Serial.begin(9600);

}

void loop()

{

  int readValue = analogRead(A0);

  Serial.println(readValue);

  if (readValue < 500) {

    digitalWrite(8, HIGH);

  }

  else {

    digitalWrite(8, LOW);

  }

}

Hasil pada sketch adalah semakin tinggi nilai analog read yang terhubung dengan photoresistor maka nyala lampu LED akan semakin terang dan kedip lampu LED semakin tidak terlihat. Begitu sebaliknya, jika semakin rendah nilai analog read yang terhubung dengan photoresistor maka nyala lampu LED akan semakin redup dan kedip lampu LED akan terlihat.


Sumber:

https://teknikelektronika.com/pengertian-fungsi-potensiometer/

https://www.kelasplc.com/pengertian-dan-fungsi-sensor-ldr/

https://id.wikipedia.org/wiki/Potensiometer

https://id.wikipedia.org/wiki/Resistor_foto

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SIMULATOR ARDUINO DAN BREADBOARD

PUSH BUTTON DAN PULL UP & PULL DOWN RESISTOR

SENSOR ULTRASONIK PADA ARDUINO