SENSOR ULTRASONIK PADA ARDUINO
1.1
Sensor Ultrasonik
Pengertian sensor ultrasonik
adalah sensor yang bekerja berdasarkan pantulan gelombang suara untuk
mendeteksi keberadaan sebuah objek tertentu yang ada di depannya. Sensor jenis
ini menggunakan bunyi ultrasonik 20.000 Hz ++ untuk mendapatkan jarak dan waktu
tertentu. Selain mengukur jarak, fungsi sensor ultrasonik juga mampu mendeteksi
keretakan dan tipe benda yang berhasil memantulkan sinyal. Misalnya, sebuah
logam diberikan ultrasonik dan hasilnya satu bagian sinyal dikembalikan dengan
baik. Kemungkinannya adalah area tertentu di logam tidak lagi memiliki
permukaan sempurna karena ada retak atau rusak. Sensor ultrasonik terdiri dari
dari dua unit, yaitu unit pemancar dan unit penerima. Struktur unit pemancar
dan penerima. Frekuensi kerjanya pada
daerah di atas gelombang suara dari 40 KHz hingga 400 KHz.
1.2 Komponen Sensor Ultrasonik
Pada sensor ultrasonik terdapat
beberapa bagian penting yang merupakan bagian utama dari sensor ultrasonik itu
sendiri. Beberapa bagian utama tersebut diantaranya adalah Piezoelektrik,
Transmitter dan Receiver. Berikut adalah penjelasan tentang bagian-bagian dari
sensor ultrasonik tersebut:
1.
Piezoelektrik
Piezoelektrik berfungsi untuk mengubah energi listrik menjadi energi
mekanik. Bahan piezoelektrik adalah material yang memproduksi medan listrik
ketika dikenai regangan atau tekanan mekanis. Sebaliknya, jika medan listrik
diberikan, maka material tersebut akan mengalami regangan atau tekanan mekanis.
Jika rangkaian pengukur beroperasi pada mode pulsa elemen piezoelektrik yang
sama, maka dapat digunakan sebagai transmitter dan receiver. Frekuensi yang
ditimbulkan tergantung pada osilatornya yang disesuiakan frekuensi kerja dari
masing-masing transduser. Karena kelebihannya inilah maka tranduser
piezoelektrik lebih sesuai digunakan untuk sensor ultrasonik.
2.
Transmitter
Transmitter adalah sebuah alat yang berfungsi untuk memancarkan gelombang ultrasonik dengan frekuensi tertentu (misalnya frekuensi sebesar 20 kHz atau 40 kHz) yang dibangkitkan dari sebuah osilator. Untuk menghasilkan frekuensi sebesar 40 KHz, harus di buat sebuah rangkaian osilator dan keluaran dari osilator dilanjutkan menuju penguat sinyal. Besarnya frekuensi ditentukan oleh komponen RLC / kristal tergantung dari desain osilator yang digunakan. Penguat sinyal akan memberikan sebuah sinyal listrik yang diumpankan ke piezoelektrik dan terjadi reaksi mekanik sehingga bergetar dan memancarkan gelombang yang sesuai dengan besar frekuensi pada osilator.
3.
Receiver
Receiver terdiri dari transduser ultrasonik menggunakan bahan
piezoelektrik, yang berfungsi sebagai penerima gelombang pantulan yang berasal
dari transmitter yang dikenakan pada permukaan suatu benda atau gelombang langsung
LOS (Line of Sight) dari transmitter. Oleh karena bahan piezoelektrik memiliki
reaksi yang reversible, elemen keramik akan membangkitkan tegangan listrik pada
saat gelombang datang dengan frekuensi yang resonan dan akan menggetarkan bahan
piezoelektrik tersebut.
1.3 Datasheet Sensor Ultrasonik
Adapun datasheet pada sensor
ultrasonik yakni sebagai berikut.
1)
Pin Trig (Trigger), trigpin Arduino berfungsi
untuk memicu pemancaran gelombang ultrasonik. Gelombang akan terpancarkan saat
pin ini diberikan logika HIGH.
2)
Pin Echo, berfungsi untuk mendeteksi pantulan
gelombang ultrasonik apakah sudah diterima atau belum. Pin Echo bernilai HIGH
jika gelombang pantulan belum diterima dan bernilai LOW jika pantulan sudah
diterima.
3)
Pin VCC, berfungsi untuk mengoneksikan sensor ke
power supply 5 volt Arduino. Jadi kamu bisa langsung mengoneksikan pin VCC ke
pin 5V di Arduino.
4)
Pin GND, berfungsi untuk mengoneksikan sensor ke
power supply ground. Sama dengan pin VCC, kamu juga bisa langsung menghubungkan
pin GND ini ke pin GND Arduino.
1.4 Cara Kerja Sensor Ultrasonik
Pada dasarnya cara kerja sensor
ultrasonik adalah mengubah besaran
fisis (berupa bunyi) menjadi besaran
listrik dan sebaliknya. Transmitter mengirimkan seberkas
gelombang ultrasonik, yang kemudian akan diukur waktu yang dibutuhkan hingga
datangnya pantulan dari objek tersebut. Prinsip kerja sensor ultrasonik
menggunakan metode pantulan untuk menghitung jarak antara objek dengan sensor.
Pengukuran jarak objek dengan
sensor ini dapat dihitung dengan perkalian antara kecepatan rambat dari
gelombang suara ultrasonik pada media rambat dengan setengah waktu yang
digunakan sensor ultrasonik untuk memancarkan gelombang suara ultrasonik dari
rangkaian pemancar (Tx) menuju objek hingga diterima kembali oleh rangkaian
penerima (Rx).
Ada beberapa point terkait dengan
cara kerja sensor ultrasonik yakni:
1.
Gelombang ultrasonik
Cara kerja sensor ultrasonik berdasarkan gelombang bunyi lebih dari 20
khz. Manusia tidak dapat mendengarnya tetapi beberapa hewan seperti kelelawar
dapat menangkap frekuensi tersebut. Anda tidak perlu khawatir dengan resiko
karena bunyi tersebut tidak akan mengganggu aktivitas harian.
2.
Pemancar dan penerima
Bunyi berasal dari pemancar lalu diarahkan ke suatu target. Setelah itu,
bunyi menyentuh benda dengan kerapatan padat dan dipantulkan kembali sesuai arah
tertentu. Selanjutnya, penerima atau receiver bertugas menangkap hasil
pantulan.
3.
Kecepatan bunyi dan waktu
Secara normal, kecepatan bunyi sekitar 300-350 m/s yang dapat
dikategorikan sebagai ultrasonik.
4.
Mengukur jarak
Dari data sensor ultrasonik, Anda dapat memperkirakan jarak antara sensor
dan benda yang berhasil memantulkan bunyi tersebut. Perhitungan ini akan
menjadi estimasi sebelum melakukan penelitian lebih lanjut.
Jarak benda dihitung berdasarkan rumus :
S = 340 . t / 2
Arti simbol rumus:
S = Jarak antara sensor dengan benda yang diukur (m).
t
= Waktu yang dibutuhkan sinyal untuk kembali ke sensor (s).
1.5 Kelebihan dan Kekurangan
Sensor Ultrasonik
Berikut kelebihan dan kekurangan
dari sensor ultrasonik:
1.
Kelebihan sensor ultrasonik
·
Tingkat sensitifitasnya baik
·
Tak dipengaruhi oleh warna dan tranparansi
·
Mengonsumsi arus data rendah
2.
Kekurangan sensor ultrasonik
·
Jarak jangkau pendeteksiannya terbatas dan hanya
satu arah
·
Refresh rate lambat
·
Kurang bagus dalam mengukur jarak benda yang
permukannya tidak rata
1.6 Sketch Sensor Ultrasonik
Berikut sketch sensor ultrasonik
pada breadboard yang terhubung dengan arduino uno.
1.
Measurement
distance with ultrasonic sensor
Sketch:
Source Code:
|
void setup() { Serial.begin(9600); } void loop() { pinMode(9, OUTPUT); digitalWrite(9, LOW); delayMicroseconds(2); digitalWrite(9, HIGH); delayMicroseconds(5); digitalWrite(9, LOW); pinMode(9, INPUT); double duration = pulseIn(9,
HIGH); double cm = duration * 340 /
10000 / 2; Serial.println(cm); } |
Hasil pada sketch adalah sensor
ultrasonik pada arduino berhasil dijalankan, waktu yang diperlukan sinyal untuk
kembali ke sensor sebanyak 10.000 detik. Dapat dilihat pada sketch, jangkau
pendeteksian sensor ultrasonik hanya satu arah, yakni jika berwarna hijau
sensor berhasil mendeteksi, dan jika berwarna merah sensor gagal mendeteksi.
Sumber:
https://www.mahirelektro.com/2020/11/cara-kerja-sensor-ultrasonik-dan-aplikasinya.html
https://wikielektronika.com/pengertian-dan-cara-kerja-sensor-ultrasonik/
https://www.belajaronline.net/2020/09/prinsip-kerja-dan-bagian-bagian-sensor-ultrasonik.html
https://www.aldyrazor.com/2020/05/sensor-ultrasonik-arduino.html






Komentar
Posting Komentar