PUSH BUTTON DAN PULL UP & PULL DOWN RESISTOR

 

PUSH BUTTON


1.1    Push Button


Push button adalah satu komponen elektronika yang dapat memutus dan mengalirkan arus listrik dalam suatu rangkaian project Arduino. Dimana pemutusan dan pengaliran ini terjadi karena prinsip pengalihan dari satu konduktor ke konduktor lain. Caranya dengan pengoperasian langsung secara manual oleh pengguna. Push button switch merupakan saklar yang bersifat tidak mengunci (unlock), sistem kerja unlock disini berarti saklar akan bekerja sebagai device penghubung atau pemutus aliran arus listrik saat tombol ditekan, dan saat tombol tidak ditekan (dilepas), maka saklar akan kembali pada kondisi normal. Untuk implementasi dari push button ini antara lain untuk tombol reset, select, input nilai, menyalakan lampu dan masih banyak lainnya.

1.2  Fungsi Push Button

Seperti yang dijelaskan pada poin sebelumnya, bahwa fungsi push button adalah untuk memutus dan menyambungkan arus listrik. Biasanya push button ini digunakan untuk memicu jalannya suatu perangkat output seperti relay, buzzer, LED, maupun yang lainnya.

 

1.3  Cara Kerja Push Button

Pada dasarnya, prinsip kerja push button adalah pemutus dan penyambung aliran listrik. Namun dalam hal ini, ia tak bersifat mengunci. Jadi ia akan kembali ke posisi semua saat selesai ditekan. Saat push button ditekan, ia menjadi bernilai HIGH dan akan menghantarkan arus listrik. Sedangkan apabila dilepas, maka ia bernilai LOW dan memutus arus listrik.

 

1.4  Sketch Push Button

1.      Turn on the LED with push button

Sketch berikut menggunakan resistansi sebesar 220 pada lampu LED dan 10040V pada bagian push button.

Sketch:

  

Source Code:

void setup()

{

  pinMode(8, OUTPUT);

  pinMode(2, INPUT);

}

void loop() {

  int inputValue = digitalRead(2);

 

  if (inputValue == HIGH) {

    digitalWrite(8, HIGH);

    

  }else {

    digitalWrite(8, LOW);

  }

}

 


Hasil pada sketch adalah lampu LED berhasil menyala jika push button di tekan, tetapi jika tekanan pada push button dilepas maka lampu LED akan kembali mati.

 

PULL UP DAN PULL DOWN RESISTOR


2.1  Resistor Pull Up

Resistor pull-up digunakan untuk mencegah nilai float pada kondisi HIGH dengan menambahkan sebuah resistor pada jalur sumber tegangan dengan paralel dengan jalur input ke microcontroller. Dengan pull-up, pin input akan terbaca HIGH saat tombol tidak ditekan. Dengan kata lain, sejumlah kecil arus mengalir antara VCC dan pin input (tidak ke ground), sehingga pin input dibaca mendekati VCC. Ketika tombol ditekan, maka akan menghubungkan pin input langsung ke ground. Arus mengalir melalui resistor ke ground, sehingga pin input akan terbaca dalam keadaan low. Jika tidak ada resistor, jika switch ditekan maka VCC akan terhubung langsung dengan ground, sehingga arus yang sangat besar akan mengalir antara VCC dan ground. Kondisi ini disebut short circuit. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan fisik suplay daya dan rangkaian itu sendiri. Dengan adanya resistor maka arus yang sangat besar tersebut akan dapat dibatasi.

2.2  Resistor Pull Down

Resistor pull down digunakan untuk mengatasi floating pada kondisi low. Perhatikan rangkaian pull down resistor berikut:

Pada rangkaian diatas saat switch button ditekan pin input akan membaca HIGH dan pin input akan membaca LOW saat switch button dilepas. Pilihan antara pull up atau pull down tergantung pada rangkaian yang ingin ditambahkan. Pada rangkaian diatas mengatasi floating, akan tetapi saat switch ditekan atau pun tidak pin input akan tetap membaca HIGH, sehingga arduino tidak mengetahuo apakah switch ditekan atau tidak.

2.3  Sketch

Berikut beberapa sketch pull up dan p resistor pada breadboard yang terhubung dengan arduino uno. Warna LED beserta kabel dapat diubah sesuai keinginan berdasarkan pilihan pada simulator. Besar hambatan pada resistor yang digunakan pada praktikum sebesar 220 .

1.      Pull-up resistor

Sketch berikut menggunakan resistansi sebesar 220 pada lampu LED dan 10040 pada bagian push button.

Sketch:

Source Code:

void setup()

{

  pinMode(8, OUTPUT);

  pinMode(2, INPUT);

}

void loop() {

  int inputValue = digitalRead(2);

  if (inputValue == HIGH) {

    digitalWrite(8, HIGH);

  }else {

    digitalWrite(8, LOW);

  }}


Hasil pada sketch adalah lampu LED berhasil mati jika push button ditekan, jika tekanan dilepas maka lampu LED akan kembali menyala.


2.      Internal pull-up resistor

Sketch berikut menggunakan resistansi sebesar 220 pada lampu LED.

Sketch:

Source Code:

void setup() {

  pinMode(8, OUTPUT);

  pinMode(2, INPUT_PULLUP);

}

void loop() {

  int inputValue = digitalRead(2);

  Serial.println(inputValue);

  if (inputValue == HIGH) {

    digitalWrite(8, HIGH);

  }

  else {

    digitalWrite(8, LOW);

  }

}


Hasil pada sketch adalah lampu LED berhasil mati jika push button ditekan, jika tekanan dilepas maka lampu LED akan kembali menyala.

 


 Sumber:

http://indomaker.com/index.php/2018/12/17/cara-menggunakan-tombol-push-button-switch-pada-arduino-uno/

https://www.praktekotodidak.com/2021/01/fungsi-resistor-pull-up-dan-resistor.html

https://www.aldyrazor.com/2020/05/push-button-arduino.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SIMULATOR ARDUINO DAN BREADBOARD

SENSOR ULTRASONIK PADA ARDUINO